Sejarah Desa Gondowido
Menelusuri jejak peradaban dari Desa Dawuk, Zaman Apyun, hingga terbentuknya Desa Gondowido yang makmur dan berbudaya.
Legenda Kuda Tiban (Desa Dawuk)
Pada zaman dahulu, sebelum bernama Desa Gondowido, wilayah ini dinamakan Desa Dawuk. Menurut penuturan para sesepuh desa, nama tersebut berawal dari sebuah peristiwa ajaib, yaitu munculnya seekor kuda tiban berbulu kecoklatan (dawuk) beserta kandangnya di desa tersebut. Keberadaan kuda beserta kandangnya berlangsung selama 35 hari (selapan dino) sebelum kemudian menghilang secara misterius tanpa jejak. Sejak peristiwa gaib tersebut, masyarakat menamai wilayah ini sebagai Desa Dawuk.
Seiring berjalannya waktu, wilayah permukiman semakin berkembang pesat. Pada awal abad XVIII, terjadi peristiwa menggemparkan di mana tercium aroma wangi harum yang sangat semerbak menyebar ke seluruh penjuru desa. Meskipun dicari sumbernya, wujud asalnya tidak pernah ditemukan. Masyarakat kala itu menyebutnya sebagai fenomena aroma/ganda mistis. Dari peristiwa itulah masyarakat sepakat mengganti nama desa menjadi Gondowido, yang berakar dari kata Gondo (Bau/Aroma Harum) dan Wido.
Pemisahan Gondowido & Talun
Pada masa lampau, wilayah Desa Gondowido dan Desa Talun merupakan satu kesatuan pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Sodikromo. Demi meningkatkan efektivitas pelayanan, pemerataan pembangunan, dan kemudahan pengaturan tata kelola pemerintahan desa di kawasan lereng, wilayah tersebut kemudian dimekarkan secara sah menjadi 2 desa otonom: Desa Gondowido dan Desa Talun, yang masing-masing menjalankan roda pemerintahan sendiri secara mandiri dan harmonis hingga saat ini.
Kepala Desa Gondowido dari Masa ke Masa
Daftar pemimpin yang telah meletakkan pondasi dan memajukan Desa Gondowido
Soedikoro / Soedikromo
Pendiri / Periode AwalKepala Desa Pertama pendiri Desa Dawuk / Gondowido sebelum pemekaran.
Pasiun
Hingga ~1948Memimpin pemerintahan desa hingga masa pasca-kemerdekaan.
Joyo Astro
1948 – 1982Periode kepemimpinan terpanjang meletakkan dasar tata ruang desa.
Supriadi
1982 – 2002Pembangunan infrastruktur jalan makadam dan pembagian dusun.
Arief Fudiono, S.Sos.
2002 – 2012Pengembangan sarana publik dan kelembagaan desa.
Purwanto
2012 – 2018Penguatan ekonomi pertanian kopi dan rintisan desa wisata.
Baskoro Widha Mandala, S.Sos.
2019 – SekarangTransformasi digital, BUMDes, dan Wisata Ngambang Tirto Kencono.
Tradisi Gotong Royong
Sambatan & ReogKearifan Lokal & Kehidupan Sosial
Masyarakat Desa Gondowido hingga kini memegang teguh semangat Sambatan (gotong royong tanpa pamrih dalam membangun rumah dan mengolah lahan). Tradisi leluhur seperti Nyadran, Selamatan, Larungan 1 Suro, serta Pagelaran Seni Reog Ponorogo rutin setiap tanggal 11 setiap bulan terus dilestarikan sebagai wujud syukur dan perekat kerukunan warga.