+621268881922 pemdes@gondowido.id Senin - Jumat: 08.00 - 15.30 WIB
Asal Usul & Warisan Leluhur

Sejarah Desa Gondowido

Menelusuri jejak peradaban dari Desa Dawuk, Zaman Apyun, hingga terbentuknya Desa Gondowido yang makmur dan berbudaya.

Asal Usul Nama

Legenda Kuda Tiban (Desa Dawuk)

Pada zaman dahulu, sebelum bernama Desa Gondowido, wilayah ini dinamakan Desa Dawuk. Menurut penuturan para sesepuh desa, nama tersebut berawal dari sebuah peristiwa ajaib, yaitu munculnya seekor kuda tiban berbulu kecoklatan (dawuk) beserta kandangnya di desa tersebut. Keberadaan kuda beserta kandangnya berlangsung selama 35 hari (selapan dino) sebelum kemudian menghilang secara misterius tanpa jejak. Sejak peristiwa gaib tersebut, masyarakat menamai wilayah ini sebagai Desa Dawuk.

Seiring berjalannya waktu, wilayah permukiman semakin berkembang pesat. Pada awal abad XVIII, terjadi peristiwa menggemparkan di mana tercium aroma wangi harum yang sangat semerbak menyebar ke seluruh penjuru desa. Meskipun dicari sumbernya, wujud asalnya tidak pernah ditemukan. Masyarakat kala itu menyebutnya sebagai fenomena aroma/ganda mistis. Dari peristiwa itulah masyarakat sepakat mengganti nama desa menjadi Gondowido, yang berakar dari kata Gondo (Bau/Aroma Harum) dan Wido.

Pemekaran Wilayah

Pemisahan Gondowido & Talun

Pada masa lampau, wilayah Desa Gondowido dan Desa Talun merupakan satu kesatuan pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Sodikromo. Demi meningkatkan efektivitas pelayanan, pemerataan pembangunan, dan kemudahan pengaturan tata kelola pemerintahan desa di kawasan lereng, wilayah tersebut kemudian dimekarkan secara sah menjadi 2 desa otonom: Desa Gondowido dan Desa Talun, yang masing-masing menjalankan roda pemerintahan sendiri secara mandiri dan harmonis hingga saat ini.

Rekam Jejak Kepemimpinan

Kepala Desa Gondowido dari Masa ke Masa

Daftar pemimpin yang telah meletakkan pondasi dan memajukan Desa Gondowido

1
Soedikoro / Soedikromo
Pendiri / Periode Awal

Kepala Desa Pertama pendiri Desa Dawuk / Gondowido sebelum pemekaran.

2
Pasiun
Hingga ~1948

Memimpin pemerintahan desa hingga masa pasca-kemerdekaan.

3
Joyo Astro
1948 – 1982

Periode kepemimpinan terpanjang meletakkan dasar tata ruang desa.

4
Supriadi
1982 – 2002

Pembangunan infrastruktur jalan makadam dan pembagian dusun.

5
Arief Fudiono, S.Sos.
2002 – 2012

Pengembangan sarana publik dan kelembagaan desa.

6
Purwanto
2012 – 2018

Penguatan ekonomi pertanian kopi dan rintisan desa wisata.

7
Baskoro Widha Mandala, S.Sos.
2019 – Sekarang

Transformasi digital, BUMDes, dan Wisata Ngambang Tirto Kencono.

Tradisi Gotong Royong
Sambatan & Reog

Kearifan Lokal & Kehidupan Sosial

Masyarakat Desa Gondowido hingga kini memegang teguh semangat Sambatan (gotong royong tanpa pamrih dalam membangun rumah dan mengolah lahan). Tradisi leluhur seperti Nyadran, Selamatan, Larungan 1 Suro, serta Pagelaran Seni Reog Ponorogo rutin setiap tanggal 11 setiap bulan terus dilestarikan sebagai wujud syukur dan perekat kerukunan warga.